PEMBAHASAN
Di dalam kehidupan
social atau masarakat.orang tualah menjadi peran utama perkembangan
moral dan pendidikan anak,agar menjadi seorang berilmu,beraklak dan
beramal saleh di dalam kehidupannya .dan kehidupan keluarga yang
harmonis ,damai,langgeng memiliki moral dan aturan akan sangat baik
untuk pendidikan anak dan sikap mental kehidupannya.
Dan kehidupan ekonomi sebuah keluarga yang cukup juga mempengaruhi perkembangan anak.
Bagai mana itu semua bila tidak di miliki oleh sebuah keluarga.?
Di desa benteng hilir terjadi problem
antara orang tua dan anak .aan yang berusia 9 tahun menjadi anak yang
sangat liar,tak mau lagi sekolah .baik sekolah dasar atau sekolah agama
apa lagi belajar mengaji itu semua ia angap hal percuma dan tak ada
manfaatnya .hari-harinya bermain berjalan sesuka hatinya .bila temannya
belajar di sekolah ia datangi tetapi hanya untuk menggangu dan
mempengaruhi kawan-kawan agar main dengan dia. Aan tidak tau sopan
santun ,bicara yang baik apalagi di ajak untuk sholat berjamaah ,mulai
pagi aan pergi membawa sepedanya ayah ibunya tak tau kemana arahnya
tidak permisi atau pamit ,siang pulang sebentar,siang pulang sebentar
setelah makan siang aan menghilang lagi dari rumahnya.
Di sore harinya ia datang kepada
teman-temannya dengan muka kusut,pakayan dekil dan jorok dia pengaruhi
teman-temannya yang bias ia ajak ,bila di nasehati ia selalu membantah
,dan bila di Tanya mengapa tidak sekolah ia berkata dengan banyak
alasan ,ketika teman-teman solat berjamaah dimasjid ia Cuma melihat di
pintu atau jendela sambil menggangu .guru sering menegurnya tapi ia
tidak peduli.pada magribnya Aan pulang lalu pergi ke tempat
teman-temannya ngajinya sampai umur 9 tahun aan mengaji tidak
tamat-tamat iqrok guru ngajinya pun heran dengan kelakuan aan .sering
tidak mau ngaji ia Cuma menjadi penganggu usil teman-teman repot di
buatnya guru-gurunya sampai minta ampun melihat kelakuan .ditangani
orang tuanya .orang tua memberi keterangan juga mengeluh melihat
anaknya.
Alangkah sayangnya aan di usia dini 9
tahun tumbuh dengan pribadi yang rusak dan tidak puduh lagi dengan
kata-kata orang tuanya apa lagi perintah-perintahnya ,setiap hari aan
berbuat sesuka hatinya orang tua pun tak bias membuat ia jadi anak yang
menyenangkan .setiap hari aan berbuat sesuka hatinya .tidak tidak mau
sekolah pagi (SD) di datangi oleh guru orang tuanya alasannya aan capek
naik sepeda kesekolah da troma dengan kecelakaan yang terjadi oleh
abangnya.bila di bujuk rayu dan sampai mau di pindahkan ke kotapun
tempat bibinya tetap aan tak mau.
Di datangi orang tuanya oleh guru MDA
,alasannya “ntahlah bu .capek aku menasehati tak mau.sudah teruk
ayahnya mengajar tak mau juga”sampai-sampai didatangi oleh guru
ngajinya ,ibu sangat minta tolong agar aan tetap bias belajar dan
pandai mengaji kata guru”saya tetap berusaha ,tapi anak ibu yang sulit
di mengerti dan di atur untuk belajar mungkin anak ibuk kebanyakan
sumpah mintanya ia mandi air tolak balo baru bias pintar”sampai demi
kian guru ngajinya berkata ,ibu pasrah dengan keadaan aan .karena
sebelumnya ibu aan selalu tidak perduli dan kurang perhatian kepada aan
bila malas sekolah ya ngak apa-apa bila aan mau main dan belajar
seharian ya ngak apa-apa karena seringkali ibu seperti itu aan jadi
terbiasa aan selalu membuat alasan lebih-lebih dalam hal sekolah ayah
aan sering mengajar dengan kekerasan bila hatinya jengkel jadi aan
sering di perlakukan seperti itu oleh ayah .ia rajin karena takut malah
malas bener untuk mengikuti perintah nya jadi hari-hari aan karena
terpaksa ,jadi sekolah pun Cuma datang datang saja hasilnya nol ia
berangkat mengayuh sepeda dan membawa tas ibu senang dengan ia pergi
tapi tidak di perhatikan apakah kesekolah.apakah ia ikut belajar ,patuh
dengan guru mengerjakan tugas tidak di perhatikan semua.
Padahal aan sering bolos,tidak
mengerjakan tugas buku yak-yakan atau acak acakan,pakayan tidak
rapi,sepatu kotor-kotor guru sering menegur ia tidak peduli guru
memaklumi mungkin ia keluarga miskin ,sering dia beri bantuan baik
pakayan maupun perlengkapan sekolah tetapi tidak ada juga perobahan .di
saat itu guru sering menegur ,teman-teman nya juga melaporkan aan
selalu berbuat salah ayah mulai marah mengajar aan habis-habisan dengan
kekerasan ayah dan tidak pedulian ibu.aan jadi keras dan bandel.
Setiap hari ibu tidak memperhatikannya
karena ibu ikut berkerja mencari sesuap nasi .di karenakan ayah aan
sering nganggur dan malas,kadang pergi tapi tidak ada tujuan dan hasil
,jidi keluarga sering kekurangan ekonominya.karena ayah tidak
benar-benar dalam berusaha demi anak dan istrinya.jadi istri tertekan
dan akhirnya ibu aan ikut turun tanggan mencari sesuap nasi .dengan
sibuk keduanya terlantar dan kurang perhatian terhadap anak. Pagi-pagi
ayah dan ibu aan sudah pergi aan Cuma di perintah “an bangun
sekolah”tapi tidak diurus layak nya ibu saying dan perhatian keanak
missal meyiapkan sarapan,pakayan,buku sepatu dan mengantarkannya
kesekolah,jadi aan terbiasa dengan keadaan itu .orang tua pergi
pagi-pagi dan siang pulang sebentar lalu pergi lagi kadang-kadang
sampai sore .aan tidak pernah melihat ayah nyantai/istirahat pada waktu
makan ,tidur,atau ibadah-ibadah seperti sholat ,puasa atau berkumpul
dengan keluarga jadi aan tidak mengerti apa yang baik seharusnya ia
buat.karna orang tua tidak ada aturan tida ia melihat cara-cara orang
tua nya seperti orang tua lain memberi contoh untuk perkembangan
pendidikan bila ada waktu tidak mau bercerita ,aan ingin berbagi ,orang
tuanya selalu membentak nya dan marah-marah dengan perkataan sikap
kasar .lama kelamaan aan dengan sikap orang tua nya jenuh dan bosan.
Karena orang tuanya kurang perhatian ia
menganggap untuk apa di siplin,mau diatur atau sekolah sedang kan orang
tuanya seperi itu sibuk mencari nafkah tidak ada aturan tidak tenan
tidak pernah senang dan nyaman semuanya yak-yakan atau asal-asalan
.apalagi ibu aan ia lupa bagai man seorang ibu rumah tangga .ibu aan
sangat tidak memperhatikan aan dalam segala hal ia mengangap aan sudah
makan ia sudah lah ia biasa sendiri aan terbiasa dari ibunya.ibunya
orangnya tidak mau rapi rumah berantakan setiap ruang tidak tersusun
dan terawat rapi pakayan asal-asalan jorok dan dekil lama kelamaan
kehidupan kehidupan orang tua mempengaruhi aan .sebelum sekolah orang
tuanya tidak merasa kawalahan dan di anggap biasa dengan
tingkah-tingkah aan ketika ia nganjak besar dan bukan balita dan mulai
masuk sekolah ayah ibu mulai kawalahan dengan dengan tingkah-tingkah
aan ayah dan ibu bartu merasa sulit mengatur aan akhirnya Cuma bias
mengumpat ,menyumpah dan mengajar dengan kekerasan .dan akhirnya aan
sudah sangat kebal dan bandel orang tua Cuma pasrah apa yang mau di
buat aan.
Ternyata aan seperti ini karena factor
lingkungan (ayah dan ibu) memiliki pola asuh yang salah terhadap
pendidikan anak .sesuai dengan MU`AWIYAH BIN ABI SOFYAN memberi pesan
kepada orang tua atau pendidikan mengajar kan anak.
“hendak lah yang pertama-tama kamu
lakukan dalam mendidik anak mu adalah perbaikan diri mu sendiri karena
sesunguhnya mata anak-anak itu hanyalah tertuju kepada mu .maka apa
yang baik menurut mereka adalah apa yang kamu perbuat ,dan apa yang
jelek menurut mereka adalah apa yang kamu tinggalkan .
Dalam rumah tangga yang menjadi suri
tauladan bagi anak adalah orang tuanya ,mereka menganggap orang tua
sebagai tokoh yang prlu mereka tiru dalam kehidupan nya sementara di
sekolah yang menjadi suri tauladan adalah para guru mereka (ANWARI JUDI)
egitu juga antara paktor yang terkait
dengan keluarga dan yang banyak berpengaruh terhadap perkembangan anak
adalah hal yang berkaitan dengan .
-Satus sosial ekonomi
Keadaan sosial ekonomi keluarga teryata
mempengaruhi tahap perkembangan anak .apa lagi perkembangan ekonomi
keluarga cukup maka lingkungan matrial anak di dalam keluarga menjadi
lebih luas.anak mendapat kan kesempatan lebih banyak mengembangkan
bermacam-macam kecakapan yang mungkin tidak akan ia dapatkan jika
keadaan ekonomi keluarga memadai .interaksi mendidik di antara anak
dengan orang tua akan lebih banyak dan lebih mendalam karena orang tua
tidak sibuk oleh urusan untuk memenuhi kebutuhan keluarga .
-keutuhan keluarga atau harmonisnya orang tua.
Apa bila salah satu anggota keluarga
tidak ada maka struktur keluarga diangapa tidak utuh lagi.apa bila
ayah/ibu kedua-dua jarang pulang kerumah karena tugas atau hal-hal lain
terjadi berulang-ulang /sering .semua itu mempengaruhi perkembangan
sosial anak pra sekolah.
-sikap dan kebiasaan orang tua
Tingkah laku orang tua sebagai kelompok
dalam keluarga dan dapat merangsang perkembangan cirri-ciri tentu pada
pribadi anak orang tua yang oteriter dapat mengakibat kan anak tidak
taat,takut,pasif,tidak memiliki inisiatif tidak dapat merencanakan
sesuatu serta mudah menyerah orang tua yang menunjukan sikap menolak
yang menyesali keadiran anak akan akan suka berdusta dan suka mencuri.
1.Jadi di atas aan menjadi anak
bandel dan tidak peduli aturan ,karna ayah dan ibu yang kurang
pendidikan yang dapat memberikan sulitauladan yang baik.
2.Sang ayah dan iub yang kurang perhatian lebih mementingkan ekonomi keluarga dari pada perkembangan atai pendidikan anak
3.yang setatus ekonominya rendah
/keluarga miskin .alangkah saying nya semua kurang di miliki oleh ayah
dan ibu sehinga aan menjadi anak bandel ,tidak bermoral,dan tidak mau
sekolah itu semua pengaruh dari ayah dan ibunya sendiri .atau dari
dalam keluarga itu sendiri.
HIMBAUAN
- tingkah laku orang tua setiap waktu merupakan sesuatu yang akan di tiru aleh anak-anak
- dan setiap perbuatan dan perkataan itu suatu pendidikan bagi anak-anak kita
- orang tua yang tidak perhatian terhadap anak akan akan merusak tingkah laku dan perkembangan anak.
- keluarga yang miskin menyebabkan orang tua menjadi kurang perhatian karena sibuk dengan mencari kebutuhan.
- jadi status ekonomi juga bias mempengaruhi perkembangan anak
- dan orang tua yang oteriter atau keras kepada anak menyebabkan anak menjadi bingal dan bandel.
- yang paling penting anak akan menjadi manusia yang berakhlak ,berilmu,dan beramal soleh adalah perhatian orang tua apa lagi seorang ibu ialah segala-galanya.
SARAN
-Aan menjadi anak yang bandel sebaiknya orangtuanya memberikan perhatian penuh kepada anak dalam segala hal
-sebaiknya orang tua aan merubah pola kehidupan agar aan lebih dekat dan tahu mana yang baik dan buruk
-orang tua seperti ini banyak bergaul atau bersosial dengan masarakat agar mendapat pandangan-pandangan positif.
-yang paling utama pandangan-pandangan
dan nasehat nasehat dari keluarga sendiri terutama masalah –masalah
agama dan ilmu pengetauan
-dan lebih baik ibu mementingkan
pekerjaan seorang ibu rumah tangga dari pada ikut mencari nafkah agar
semua dapat di perhatikan.
-dan aan juga harus dapat nasehat nasehat dan ajakan dari luar misalnya teman-teman,guru,dan orang-orang di sekelilingnya.
-dan sebaiknya aan di didik lagi mulai dari dalam misalnya sesuatu yang menyentuh hatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar